Agus Andrianto Serukan Filosofi Jawa di Mubes VI Pujakesuma: Rukun, Raket, Reget, Rumekso
Jakarta (Warta Samacara) - Ketua Dewan Pembina Putra Jawa Kelahiran Sumatra (Pujakesuma) Agus Andrianto menyerukan penguatan persatuan dan kolaborasi antarkelompok masyarakat dalam Musyawarah Besar (Mubes) VI Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Paguyuban Keluarga Besar (PKB) Pujakesuma.
Agus mengajak seluruh elemen organisasi dan masyarakat untuk bergandengan tangan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan filosofi Jawa yang mengedepankan kerukunan, kedekatan, kesungguhan, serta kepedulian.
“Kita punya Agrinas, kita punya Perhutani, ada Squad Nusantara, ada Jagatara, ada MPI (Matahari Pagi Indonesia), yuk gandengan tangan,” kata Agus saat menghadiri Mubes VI Pujakesuma di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (18/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Agus mengutip filosofi kehidupan Jawa, yakni rukun, raket, reget, dan rumekso. Menurut Agus, rukun bermakna hidup damai, bersatu, dan menghindari pertengkaran. Sementara raket berarti keakraban, kedekatan, atau keeratan hubungan antarsesama.
Adapun reget bermakna semangat, keseriusan, dan kesungguhan dalam menjalani sesuatu. Sedangkan rumekso berarti menjaga, merawat, serta melindungi dengan sungguh-sungguh. “Jadi filosofi Jawa: rukun, raket, reget, rumekso ini nanti bisa kita kembangkan dengan keluarga-keluarga organisasi-organisasi yang ada, yang lain,” tutur Agus.
“Sehingga kita bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat, bangsa dan negara,” sambung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) tersebut.
Dorong Kolaborasi Dukung Ketahanan Pangan
Agus yang juga membuka Mubes VI Pujakesuma mengatakan, komunikasi dan kolaborasi perlu diperkuat untuk mendukung program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan.
“Bangun komunikasi dan kolaborasi untuk mensukseskan program-program Bapak Presiden, utamanya masalah ketahanan pangan. Karena apabila negara berdaulat di bidang pangan, insyaallah kita akan mampu menjaga keamanan dan ketahanan bangsa,” ujar Agus dalam sambutannya.
Ia juga melihat adanya peluang kerja sama ekonomi bagi warga Pujakesuma melalui pemanfaatan rantai pasok kebutuhan bahan makanan di lingkungan pemasyarakatan.
Menurut Agus, unit penyedia bahan makanan (BAMA) di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan memiliki kebutuhan yang dapat dipenuhi melalui produk hasil usaha masyarakat, termasuk warga Pujakesuma.
“Produk yang dihasilkan oleh warga Pujakesuma maupun organisasi di bawahnya dapat menjadi bagian dari rantai pasok yang dibutuhkan. Ini menjadi peluang untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah,” katanya.
Dahnil: Pujakesuma Wujud Persatuan Indonesia
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan Pujakesuma merupakan salah satu wujud persatuan Indonesia.
Menurut Dahnil, keberadaan Pujakesuma mengingatkan masyarakat bahwa Indonesia dibangun dari keberagaman suku dan budaya. “Bagi saya ini penting bagi eksistensi, dan mengingatkan kita semuanya. Bahwasanya Indonesia itu, itu memang terdiri dari orang-orang yang beragam,” ujar Dahnil.
Dahnil juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Menurut dia, warga Pujakesuma yang lahir dan besar di Sumatra tetap dapat menjaga akar budaya Jawa sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. “Menjadi Indonesia bukan berarti tercerabut dari akar budaya. Justru keberagaman budaya yang terjaga menjadi kekuatan bangsa,” kata Dahnil.
Ia turut menyoroti pentingnya pelestarian bahasa daerah, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran dalam menjaga nilai budaya dan kearifan lokal yang dapat berjalan beriringan dengan pembangunan.
Pujakesuma Berdiri Sejak 1980
Sementara itu, Ketua Umum Pujakesuma Eko Sopianto mengatakan organisasi yang berdiri sejak 10 Oktober 1980 tersebut terus berupaya memperkuat peran di bidang sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Dalam laporannya, Eko menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota yang selama lebih dari empat dekade turut menjaga keberlangsungan organisasi. Ia juga menegaskan komitmen Pujakesuma untuk mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mubes VI Pujakesuma yang digelar bersamaan dengan peringatan hari lahir ke-46 organisasi menjadi forum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, membahas arah kebijakan, serta menentukan kepemimpinan Pujakesuma ke depan.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Presidium FPII Dra. Kasihhati, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Dirjen Pemasyarakatan Irjen Pol (Purn) Dr. Mashudi, serta Direktur Utama Perhutani Teo.
Melalui Mubes VI tersebut, Pujakesuma menegaskan komitmennya untuk menjaga nilai budaya, memperkuat persatuan, serta mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.(rls)
Post a Comment