Hari ke-14, 64 Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan Meninggal, 71 Masih Dicari
Jakarta (Warta Samacara) - Tim SAR gabungan kembali menemukan korban dalam operasi pencarian KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Memasuki hari ke-14, sebanyak 11 jasad ditemukan, terdiri atas empat korban di sekitar lokasi kapal dan tujuh lainnya di wilayah perairan Kalimantan Tengah.
Dengan tambahan tersebut, total korban yang telah ditemukan hingga Sabtu (26/9/2026) pukul 20.00 Wita mencapai 172 orang. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 64 orang meninggal dunia. Sementara itu, 71 orang lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal.
Direktur Operasi Basarnas RI Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan empat jasad ditemukan melalui operasi penyelaman di sekitar badan kapal yang tenggelam.
"Di hari ke-14 ini kita berhasil mengevakuasi 4 orang korban dari dalam badan kapal," ujar Yudhi, seperti dilansir sejumlah media nasional, Sabtu (26/9/2026).
Operasi penyelaman dilakukan sejak pagi hingga sekitar pukul 16.30 Wita. Tim SAR gabungan kembali menyisir bagian kapal yang tenggelam untuk mencari korban yang kemungkinan masih berada di dalam maupun di sekitar badan kapal.
Selain empat korban yang ditemukan di lokasi utama tenggelamnya kapal, tujuh jasad lainnya ditemukan di sejumlah wilayah perairan Kalimantan Tengah. Ke-11 korban kemudian dievakuasi untuk menjalani proses identifikasi sesuai prosedur.
Dengan demikian, dari 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8, sebanyak 172 orang telah ditemukan. Sebanyak 71 orang masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan.
"Total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 172, dalam pencarian masih 71 orang. Demikian update yang kami sampaikan," kata Yudhi.
Operasi pencarian dan pertolongan telah berlangsung sejak kapal tersebut mengalami kecelakaan pada Minggu (13/9/2026). Tim SAR gabungan mengerahkan berbagai unsur dan sarana untuk menyisir lokasi tenggelamnya kapal serta wilayah yang berpotensi menjadi tempat ditemukannya korban.
Pencarian juga diperluas ke sejumlah wilayah pesisir dan perairan Kalimantan Tengah. Langkah tersebut dilakukan karena sebagian korban ditemukan tidak hanya di sekitar lokasi utama kecelakaan, tetapi juga di wilayah lain akibat kondisi arus dan pergerakan air.
Operasi SAR kini memasuki pekan ketiga. Basarnas memperpanjang operasi pencarian hingga 3 Oktober 2026 untuk memberikan waktu tambahan bagi tim gabungan dalam menemukan korban yang masih hilang.
Sementara itu, proses identifikasi terhadap korban meninggal terus dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Setiap jenazah yang ditemukan akan menjalani pemeriksaan dan pencocokan data antemortem dari keluarga dengan data postmortem untuk memastikan identitas korban.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan masih memprioritaskan pencarian terhadap 71 korban yang belum ditemukan. Upaya dilakukan melalui penyisiran permukaan, pencarian bawah air, serta pemantauan wilayah yang berpotensi menjadi lokasi ditemukannya korban.
Pencarian tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepada keluarga korban yang hingga kini masih menunggu kabar anggota keluarga mereka. Pemerintah dan tim SAR juga terus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan operasi hingga batas waktu yang telah ditetapkan.(*)
Post a Comment